“Mahasiswa” kata mahasiswa sudah tidak asing lagi bagi semua
kalangan masyarakat, secara bahasa mahasiswa berasal dari kata “maha” dan
“siswa”, yang merupakan sesorang yang melakukan proses belajar pada level
perguruan tinggi dan dianggap memiliki pola pemikiran yang dewasa. Dengan
demikian selain tugas balajar seorang mahasiswa sebenarnya juga mempunyai
tanggung jawab sebagai bagian dari anggota masyarakat. Seorang mahasiswa harus
dapat bertanggung jawab secara intelektual dan secara moral.
Pada komunitas mahasiswa biasanya ada banyak tipe sesuai
dengan karakter masing-masing, namun secara global tipe mahasiswa dapat
dikategorikan menjadi tiga. Pertama adalah mahasiswa pasif, biasanya cenderung
cuek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Kedua adalah mahasiswa yang
akademik, mahasiswa ini biasanya mempunyai prestasi yang bagus pada sisi
akademiknya, karena dia selalu focus pada perkuliahan dan dia akan berhasil
menyelesaikan studinya dengan status cum laud. Ketiga adalah mahasiswa aktifis,
mahasiswa ini tidak semata-mata mengejar prestasi akademik, tatapi juga
memiliki kepedulian terhadap lingkungan masyarakat, baik dia sebagai masyarakat
kampus ataupun masyarakat pada umumnya. Lalu yang manakah tipikal anda….? J
Seorang mahasiswa biasanya memiliki pemikiran yang kreatif,
inovatif. Hal ini sebenarnya menjadi sebuah peluang tersendiri jika mahasiswa
menyadari hal tersebut. Karena dalam lingkungan kampus mereka akan berinteraksi
dengan para ahli dibidangnya masing-masing. Lalu bagaimana kita memanfaatkan
potensi tersebut?
Entrepreneurship atau
kewirausahaan merupakan Kapasitas dan kemauan untuk mengembangkan, mengatur dan
mengelola usaha bisnis yang memiliki risiko dalam rangka untuk mendapatkan
keuntungan. Contoh paling jelas dari kewirausahaan adalah memulai dari bisnis
baru.
Sebagai wujud tanggung jawab kepada masyarakat umum dan
dengan menyandang status mahasiswa yang dianggap memiliki intelektualpada
bidangnya, seorang mahasiswa memiliki potensi dan peluang sangat besar untuk
melakukan wirausaha. Banyak tokoh suskses yang memulai usahanya sejak dia
menjadi mahasiswa. Sebut saja Mark Zuckenberg seorang tokoh pendiri facebook
yang memulai bisnisnya sejak di perkuliahan.
Dari sisi lembaga perguruan tinggi sekarang sudah banyak
yang menerapkan kurikulum kewirausahaan pada masing-masing fakultas. Berbagai
ilmu dan sarana dikembangkan untuk membentuk seorang entrepreneurship yang
handal, lalu kapan kita akan memulai ? ibarat orang mau berangkat berperang
semua perlengkapan sudah disediakan, tinggal kemauan untuk melakukannya.
Mahasiswa mempunyai kemampuan secara hard skill dan soft skill
untuk menjadi seorang entrepreneur. Hal tersebut dapat disinergikan dengan cara
membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa entrepreneurship. Memupuk jiwa entrepreneurship
merupakan langkah efektif yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi yang ada
di Indonesia untuk menyinergikan hard skill dan soft skill sehingga mahasiswa
tidak lagi mencari lapangan pekerjaan setelah lulus.
Hmmm…. Pasti muncul pertanyaan “bagaimana memulai sebuah
usaha….???”
Saya kira banyak sekali sumber referensi bagaimana memulai
sebuah usaha. Secara garis besar dalam memulai usaha adalah adanya kemauan, ini
sangat penting, sebagus apapun peluang yang ada, sebesar apapun modal yang kita
miliki dan sebagus apapun ide dan pemikiran kita, tanpa ada kemauan untuk
melakukan action hal tersebut pasti
akan sia-sia. Jadi tunggu apa lagi..? let’s
do it
Setelah kita punya tekad kemauan, lalu muncul pertanyaan
“usaha/bisnis yang bagaimana yang akan kita jalankan?” mari kita lihat model
bisnis apa saja yang mungkin bisa
memberikan kita gambaran sebelum mengambil tindakan.
Seorang mahasiswa harus mempunyai jiwa kewirausahaan, agar
dapat mengurangi tingginya tingkat pengangguran di Negara Indonesia, karena
biasanya seorang mahasiswa akan segera ingin mendapatkan pekerjaan setelah
perkuliahannya selesai. Tidak ada yang salah jika mahasiswa memulai usahanya
sebelum lulus. Semangat kewirausahaan ditandai dengan melakukan inovasi dan
keberanian mengambil risiko, hal ini menjadi bagian yang penting dari sebuah
kemampuan untk dapat berhasil dalam pasar global yang terus berubah dan semakin
kompetitif
Secara global model bisnis dilihat dari kacamata teknologi
yang berkembang saat ini hanya ada dua yaitu bisnis tradisional dan digital/online.
Jika kita pernah pergi ke pasar/toko untuk membeli sebuah
barang dengan mengunjungi dan bertransaksi secara langsung, ini dinamakan usaha
secara tradisional
Bisnis atau usaha secara tradisional, biasanya memiliki ciri-ciri
seperti :
- - Kita datang ke sebuah lokasi untuk melakukan transaksi
- - Beroperasi pada jam kerja dalam jangka waktu tertentu.
- - Membutuhkan lokasi/tempat untuk menjalankan usaha tersebut
-
Perkembangan bisnis tradisional tergantung pada
frekuensi dari pelanggan baru dan lama membeli dari mereka untuk menjaga bisnis
tetap berjalan.
Sedangkan bisnis digital memiliki ciri-ciri
- - Tidak harus datang ke took secara fisik
- - Transaksi dilakukan menggunakan media komuniksi digital
- - Menggunakan jasa pengiriman
- - Kita dapat dengan mudah membandingkan harga antar toko
Bagi mahasiswa yang telah memulai bisnis secara tradisonal
bisa mengembangkannya ke bisnis digital, bagi yang akan memulai bisnis secara
online merupakan pilihan yang menarik.
Mengutip dari artikel dari Prof. Richardus Eko Indrajit yang
berjudul E-BUSINESS DAN
DUNIA MAYA bahwa : Tren e-Business tidak dapat dipungkiri
telah menjadi trend aktivitas usaha
di negara maju maupun
berkembang. Konsep baru
yang berkembang karena kemajuan
teknologi informasi dan
berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses
perusahaan-perusahaan di era informasi dan di
masa-masa mendatang. Secara
ringkas, Mohan Sawhney
mendefinisikan
eBusiness sebagai:
“The use of
electronic networks and
associated technologies to
enable, improve, enhance, transform, or
invent a business process or
business system to
create superior value
for current or potential customers”.
Dari definisi tersebut menjelaskan bahwa teknologi
informasi sebagai media untuk mencapai proses dan tujuan bisnis yang lebih baik
jika dibandingkan dengan cara konvensional
Bisnis secara online/digital memiliki kelebihan-kelebihan
-
Tidak perlu memiliki tempat kusus untuk usaha
kita
-
Usaha dapat dijalankan dari mana saja
-
Sebuah koneksi jaringan internet dan kmputer
sudah cukup untuk memmulai usaha online, bahkan dengan berbekal smartphone
sudah bisa menjalankan usaha
-
Jangkauan pelanggan yang lebih luas dibandingkan
dengan bisnis tradisional, karena jaringan internet tidak terbatas wilayah
geografis, seluruh pengguna internet seluruh dunia bisa menjadi pelanggan kita
-
Nilai tukar terhadap barang atau jasa tersebut
bisa menggunakan digital money
Melihat kondisi teknologi informasi yang berkembang di
Indonesia saat ini, merupakan peluang baik untuk memanfaatkan fasilitas yang
ada,secara di asia ternyata pengguna internet adalah terbesar di dunia
dibandingkan dengan wilayah lain.
Dilihat dari hal tersebut mahasiswa Indonesia yang akan
terjun ke dunia bisnis memang lebih cocok untuk menjalankan usahanya secara
online.
Untuk menjalankan bisnis pasti membutuhkan yang namanya
promosi. Segala bentuk jenis usaha pasti membutuhkan sebuah promosi agar
konsumen tau apa yang kita tawarkan, baik itu bentuk barang maupun jasa,
konsumen harus mengetahui nilai produk dan ketersediaan yang kita tawarkan.
Lalu model promosi yang bagaimana yang akan kita tawarkan? Apakah promosi
secara konvensional atau secara global?
Jika promosi secara konvensional adalah
dengan mengenalkan dan menawaran produk hanya pada lingkungan
domestic,sedangkan promosi secara global adalah promosi yang dilakukan secara
globaltanpa ada batas secara geografis.
Namun demikian promosi seperti apapun pasti membutuhkan strategi. Sebagai
contoh dalam melakukan promosi tentu saja ada perbedaan materi antara yang
digunakan untuk promosi secara domestic dan materin yang digunakan untuk
promosi global. Terkadang dalam menyampaikan materi secara global kita perlu
untuk mempertimbangkan kultur pada masing-masing wilayah.
Selain itu sangat penting dalam melakukan strategi promosi
adalah menentukan segmen yang akan menjadi sasaran utama dari promosi. Segmen
yang jelas akan membuat focus dan semakin memperkuat karakter bisnis kita
sehingga orang yang memutuhkan produk kita lebih mudah dalam mendapatkan
informasi.
Dasar Segmentasi
Dalam menetapkan dasar segmentasi Kotler (2003) ada dua cara
yang dapat dilakukan, yaitu pertama, consumen characteristic (karakteristik
konsumen) yang merupakan variabel utama dalam segmentasi yang terdiri dari :
1. Segmentasi Geografi
Pada segmentasi georafi pengelompokan dilakukan berdasarkan
faktor geografinya, seperti berdasarkan daerah asal atau tempat tinggal
konsumen.
2. Demografi Segmentasi
Pada segementasi demografi pengelompokan dilakukan berdasarkan
variabel usia, jenis kelamin dan pekerjaan konsumen.
3.Psychographic segmentation
Pada Psychographic segmentation pengelompokan didasarkan
pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi,
interest, minat dan sikap.
Banyak cara yang dapat kita gunakan untuk melakukan global
advertising, seperti :
- - ADVERTING PROGRAM
- - Pay Per Click Advertising
- - Cost Per Mile Advertising
- - Text Link Ads
- - In-Text Ads
- - Advertising Widgets
- - Advertising Space
- - RSS Adverts
- - Audio Advertising
- - Pop-Ups
- - Affiliating program
- - Email marketing
- - Facebook funs page
- - Dll
Semakin meningkatnya trend social media menjadi
lahan yang bagus untuk melakukan promosi, seperti kita tahu facebook, twitter,
BBM whatsapp, dll. Di era ini siapa yang tidak mengenal facebook, facebook
yangdiciptakan oleh Mark Zuckenberg yang memulai usahanya ketika di bangku
perkuliahan. Facebook yang memberikan applikasi yang disebut funs page sangat baik digunakan sebagai
media advertising. Mengapa facebook? Facebook pada tahun ini memiliki jumlah
pengunjung yang sangat besar terutama di Indonesia, hal ini seperti ditunjukakn
data statistic yang diambil dari http://www.internetworldstats.com/
Menjadi sebuah tantangan bagaimana dapat memanfaatkan media
social dalam melakukan penetrasi bisnis yang kita jalankan.
Mengutip dari http://mashable.com/2009/03/30/successful-facebook-fan-page/
, ada lima strategi yang bisa kita optimalkan dalam menggunakan facebook fan
page yaitu
1. Networking with other platforms
Membangun jaringan yang besar dengan
platform yang lain akan membantu untuk mengarahkan pengunjung ke halaman kita. Salah
satu merek yang melakukan itu dengan baik adalah Victoria Secret dengan garis PINK mereka.
2. Creating a resource
Beberapa halaman digunakan sebagai penghubung,
tetapi disisi lain memberikan informasi yang berkaitan dengan konsumen. Dengan menggunakan
informasi sebagai nilai tambah untuk menghubungkan konsumen membuat koneksi
dengan produk.
3. Creating contests that include participation
Untuk memberikan nilai tambah suatu produk
pada halaman facebook (alasan bagi pengguna untuk bergabung halaman, selain
dari loyalitas merek), tetapi tidak ingin menjadi portal sumber daya;
menawarkan kontes dan kupon khusus untuk pengguna Facebook dapat menarik
konsumen untuk bergabung.
4. Empowering pre-existing pages
Salah satu cerita tentang media sosial
melibatkan halaman Coca Cola Facebook. Fan page diciptakan oleh dua pengguna
yang menyukai Coke. Apa yang dimulai sebagai halaman penggemar untuk
bersenang-senang, ternyata menjadi yang terbesar fan page produk di Facebook.
5. Targeting the proper demographic
Kadang-kadang tidak peduli apa yang Anda
lakukan, halaman Facebook Anda tidak akan berkembang. Ini hanya bisa menjadi
efek samping dari demografi Facebook. Hanya ada beberapa produk yang tidak akan
memiliki pengunjung yang kuat di Facebook.
Memahami demografi pengunjung dapat
membantu untuk memutuskan apakah Facebook layak sebagai strategi e-business
kita.
Di tahun ini tampaknya facebook fun page
merupakan strategi yang cocok untuk e-business bagi mahasiswa. Namun demikian
memilki strategi yang lain akan lebih baik, dalam bpenerapan strategi bisnis
kita tidak boleh hanya mengandalkan satu strategi saja, hal ini sangat penting
karena survive sebuah bisnis dibutuhkan strategi yang jitu, inovasi dan tentu
saja adalah kemauan dan semangat pantang menyerah. Pada perkembanganya bisa
saja akan tumbuh strategi-strategi yang akan di tawarkan oleh pengembang.
Tergantung pada diri kita, apakah akan menunggu strategi tersebut atau kita
akan melangkan dan berinovasi untuk menciptakan strategi sendiri yang akan
diikuti oleh competitor kita



0 komentar:
Posting Komentar