Pages

Ads 468x60px

02 September 2014

Mahasiswa atau Pengusaha?

“Mahasiswa” kata mahasiswa sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan masyarakat, secara bahasa mahasiswa berasal dari kata “maha” dan “siswa”, yang merupakan sesorang yang melakukan proses belajar pada level perguruan tinggi dan dianggap memiliki pola pemikiran yang dewasa. Dengan demikian selain tugas balajar seorang mahasiswa sebenarnya juga mempunyai tanggung jawab sebagai bagian dari anggota masyarakat. Seorang mahasiswa harus dapat bertanggung jawab secara intelektual dan secara moral.
Pada komunitas mahasiswa biasanya ada banyak tipe sesuai dengan karakter masing-masing, namun secara global tipe mahasiswa dapat dikategorikan menjadi tiga. Pertama adalah mahasiswa pasif, biasanya cenderung cuek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Kedua adalah mahasiswa yang akademik, mahasiswa ini biasanya mempunyai prestasi yang bagus pada sisi akademiknya, karena dia selalu focus pada perkuliahan dan dia akan berhasil menyelesaikan studinya dengan status cum laud. Ketiga adalah mahasiswa aktifis, mahasiswa ini tidak semata-mata mengejar prestasi akademik, tatapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan masyarakat, baik dia sebagai masyarakat kampus ataupun masyarakat pada umumnya. Lalu yang manakah tipikal anda….? J
Seorang mahasiswa biasanya memiliki pemikiran yang kreatif, inovatif. Hal ini sebenarnya menjadi sebuah peluang tersendiri jika mahasiswa menyadari hal tersebut. Karena dalam lingkungan kampus mereka akan berinteraksi dengan para ahli dibidangnya masing-masing. Lalu bagaimana kita memanfaatkan potensi tersebut?
 Entrepreneurship atau kewirausahaan merupakan Kapasitas dan kemauan untuk mengembangkan, mengatur dan mengelola usaha bisnis yang memiliki risiko dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan. Contoh paling jelas dari kewirausahaan adalah memulai dari bisnis baru.
Sebagai wujud tanggung jawab kepada masyarakat umum dan dengan menyandang status mahasiswa yang dianggap memiliki intelektualpada bidangnya, seorang mahasiswa memiliki potensi dan peluang sangat besar untuk melakukan wirausaha. Banyak tokoh suskses yang memulai usahanya sejak dia menjadi mahasiswa. Sebut saja Mark Zuckenberg seorang tokoh pendiri facebook yang memulai bisnisnya sejak di perkuliahan.
Dari sisi lembaga perguruan tinggi sekarang sudah banyak yang menerapkan kurikulum kewirausahaan pada masing-masing fakultas. Berbagai ilmu dan sarana dikembangkan untuk membentuk seorang entrepreneurship yang handal, lalu kapan kita akan memulai ? ibarat orang mau berangkat berperang semua perlengkapan sudah disediakan, tinggal kemauan untuk melakukannya.
Mahasiswa mempunyai kemampuan secara hard skill dan soft skill untuk menjadi seorang entrepreneur. Hal tersebut dapat disinergikan dengan cara membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa entrepreneurship. Memupuk jiwa entrepreneurship merupakan langkah efektif yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk menyinergikan hard skill dan soft skill sehingga mahasiswa tidak lagi mencari lapangan pekerjaan setelah lulus.
Hmmm…. Pasti muncul pertanyaan “bagaimana memulai sebuah usaha….???”

Saya kira banyak sekali sumber referensi bagaimana memulai sebuah usaha. Secara garis besar dalam memulai usaha adalah adanya kemauan, ini sangat penting, sebagus apapun peluang yang ada, sebesar apapun modal yang kita miliki dan sebagus apapun ide dan pemikiran kita, tanpa ada kemauan untuk melakukan action hal tersebut pasti akan sia-sia. Jadi tunggu apa lagi..? let’s do it
Setelah kita punya tekad kemauan, lalu muncul pertanyaan “usaha/bisnis yang bagaimana yang akan kita jalankan?” mari kita lihat model bisnis apa saja yang mungkin  bisa memberikan kita gambaran sebelum mengambil tindakan.
Seorang mahasiswa harus mempunyai jiwa kewirausahaan, agar dapat mengurangi tingginya tingkat pengangguran di Negara Indonesia, karena biasanya seorang mahasiswa akan segera ingin mendapatkan pekerjaan setelah perkuliahannya selesai. Tidak ada yang salah jika mahasiswa memulai usahanya sebelum lulus. Semangat kewirausahaan ditandai dengan melakukan inovasi dan keberanian mengambil risiko, hal ini menjadi bagian yang penting dari sebuah kemampuan untk dapat berhasil dalam pasar global yang terus berubah dan semakin kompetitif
Secara global model bisnis dilihat dari kacamata teknologi yang berkembang saat ini hanya ada dua yaitu bisnis tradisional dan digital/online.
Jika kita pernah pergi ke pasar/toko untuk membeli sebuah barang dengan mengunjungi dan bertransaksi secara langsung, ini dinamakan usaha secara tradisional
Bisnis atau usaha secara tradisional, biasanya memiliki ciri-ciri seperti :
  • -          Kita datang ke sebuah lokasi untuk melakukan transaksi
  • -          Beroperasi pada jam kerja dalam jangka waktu tertentu.
  • -          Membutuhkan lokasi/tempat untuk menjalankan usaha tersebut

-          Perkembangan bisnis tradisional tergantung pada frekuensi dari pelanggan baru dan lama membeli dari mereka untuk menjaga bisnis tetap berjalan.
Sedangkan bisnis digital memiliki ciri-ciri
  • -          Tidak harus datang ke took secara fisik
  • -          Transaksi dilakukan menggunakan media komuniksi digital
  • -          Menggunakan jasa pengiriman
  • -          Kita dapat dengan mudah membandingkan harga antar toko


Bagi mahasiswa yang telah memulai bisnis secara tradisonal bisa mengembangkannya ke bisnis digital, bagi yang akan memulai bisnis secara online merupakan pilihan yang menarik.
Mengutip dari artikel dari Prof. Richardus Eko Indrajit yang berjudul E-BUSINESS  DAN
DUNIA  MAYA  bahwa : Tren e-Business tidak dapat dipungkiri telah menjadi trend aktivitas  usaha di  negara maju  maupun  berkembang.  Konsep  baru  yang berkembang  karena  kemajuan  teknologi  informasi  dan  berbagai  paradigma  bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di  masa-masa  mendatang.  Secara  ringkas,  Mohan  Sawhney  mendefinisikan
eBusiness sebagai:
“The  use  of  electronic  networks  and  associated  technologies  to  enable,  improve,  enhance, transform,  or  invent a business process  or business  system  to  create  superior  value  for  current  or potential customers”.
Dari definisi tersebut menjelaskan bahwa teknologi informasi sebagai media untuk mencapai proses dan tujuan bisnis yang lebih baik jika dibandingkan dengan cara konvensional
Bisnis secara online/digital memiliki kelebihan-kelebihan
-          Tidak perlu memiliki tempat kusus untuk usaha kita
-          Usaha dapat dijalankan dari mana saja
-          Sebuah koneksi jaringan internet dan kmputer sudah cukup untuk memmulai usaha online, bahkan dengan berbekal smartphone sudah bisa menjalankan usaha
-          Jangkauan pelanggan yang lebih luas dibandingkan dengan bisnis tradisional, karena jaringan internet tidak terbatas wilayah geografis, seluruh pengguna internet seluruh dunia bisa menjadi pelanggan kita
-          Nilai tukar terhadap barang atau jasa tersebut bisa menggunakan digital money

Melihat kondisi teknologi informasi yang berkembang di Indonesia saat ini, merupakan peluang baik untuk memanfaatkan fasilitas yang ada,secara di asia ternyata pengguna internet adalah terbesar di dunia dibandingkan dengan wilayah lain.

Dilihat dari hal tersebut mahasiswa Indonesia yang akan terjun ke dunia bisnis memang lebih cocok untuk menjalankan usahanya secara online.
Untuk menjalankan bisnis pasti membutuhkan yang namanya promosi. Segala bentuk jenis usaha pasti membutuhkan sebuah promosi agar konsumen tau apa yang kita tawarkan, baik itu bentuk barang maupun jasa, konsumen harus mengetahui nilai produk dan ketersediaan yang kita tawarkan. Lalu model promosi yang bagaimana yang akan kita tawarkan? Apakah promosi secara konvensional atau secara global? 
Jika promosi secara konvensional adalah dengan mengenalkan dan menawaran produk hanya pada lingkungan domestic,sedangkan promosi secara global adalah promosi yang dilakukan secara globaltanpa ada batas secara  geografis. Namun demikian promosi seperti apapun pasti membutuhkan strategi. Sebagai contoh dalam melakukan promosi tentu saja ada perbedaan materi antara yang digunakan untuk promosi secara domestic dan materin yang digunakan untuk promosi global. Terkadang dalam menyampaikan materi secara global kita perlu untuk mempertimbangkan kultur pada masing-masing wilayah.
Selain itu sangat penting dalam melakukan strategi promosi adalah menentukan segmen yang akan menjadi sasaran utama dari promosi. Segmen yang jelas akan membuat focus dan semakin memperkuat karakter bisnis kita sehingga orang yang memutuhkan produk kita lebih mudah dalam mendapatkan informasi.
Dasar Segmentasi
Dalam menetapkan dasar segmentasi Kotler (2003) ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu pertama, consumen characteristic (karakteristik konsumen) yang merupakan variabel utama dalam segmentasi yang terdiri dari :
1. Segmentasi Geografi
Pada segmentasi georafi pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan daerah asal atau tempat tinggal konsumen.
2. Demografi Segmentasi
Pada segementasi demografi pengelompokan dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin dan pekerjaan konsumen.
3.Psychographic segmentation
Pada Psychographic segmentation pengelompokan didasarkan pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi, interest, minat dan sikap.
Banyak cara yang dapat kita gunakan untuk melakukan global advertising, seperti :
  • -          ADVERTING PROGRAM
  • -          Pay Per Click Advertising
  • -          Cost Per Mile Advertising
  • -          Text Link Ads
  • -          In-Text Ads
  • -          Advertising Widgets
  • -          Advertising Space
  • -          RSS Adverts
  • -          Audio Advertising 
  • -          Pop-Ups
  • -          Affiliating program
  • -          Email marketing
  • -          Facebook funs page
  • -          Dll

Semakin meningkatnya trend social media menjadi lahan yang bagus untuk melakukan promosi, seperti kita tahu facebook, twitter, BBM whatsapp, dll. Di era ini siapa yang tidak mengenal facebook, facebook yangdiciptakan oleh Mark Zuckenberg yang memulai usahanya ketika di bangku perkuliahan. Facebook yang memberikan applikasi yang disebut funs page sangat baik digunakan sebagai media advertising. Mengapa facebook? Facebook pada tahun ini memiliki jumlah pengunjung yang sangat besar terutama di Indonesia, hal ini seperti ditunjukakn data statistic yang diambil dari http://www.internetworldstats.com/

Menjadi sebuah tantangan bagaimana dapat memanfaatkan media social dalam melakukan penetrasi bisnis yang kita jalankan.
Mengutip dari http://mashable.com/2009/03/30/successful-facebook-fan-page/ , ada lima strategi yang bisa kita optimalkan dalam menggunakan facebook fan page yaitu 

1. Networking with other platforms

Membangun jaringan yang besar dengan platform yang lain akan membantu untuk mengarahkan pengunjung ke halaman kita. Salah satu merek yang melakukan itu dengan baik adalah Victoria Secret dengan garis PINK mereka.

2.  Creating a resource
Beberapa halaman digunakan sebagai penghubung, tetapi disisi lain memberikan informasi yang berkaitan dengan konsumen. Dengan menggunakan informasi sebagai nilai tambah untuk menghubungkan konsumen membuat koneksi dengan produk.

3. Creating contests that include participation
Untuk memberikan nilai tambah suatu produk pada halaman facebook (alasan bagi pengguna untuk bergabung halaman, selain dari loyalitas merek), tetapi tidak ingin menjadi portal sumber daya; menawarkan kontes dan kupon khusus untuk pengguna Facebook dapat menarik konsumen untuk bergabung.

4. Empowering pre-existing pages
Salah satu cerita tentang media sosial melibatkan halaman Coca Cola Facebook. Fan page diciptakan oleh dua pengguna yang menyukai Coke. Apa yang dimulai sebagai halaman penggemar untuk bersenang-senang, ternyata menjadi yang terbesar fan page produk di Facebook.

5.  Targeting the proper demographic
Kadang-kadang tidak peduli apa yang Anda lakukan, halaman Facebook Anda tidak akan berkembang. Ini hanya bisa menjadi efek samping dari demografi Facebook. Hanya ada beberapa produk yang tidak akan memiliki pengunjung yang kuat di Facebook.
Memahami demografi pengunjung dapat membantu untuk memutuskan apakah Facebook layak sebagai strategi e-business kita.

Di tahun ini tampaknya facebook fun page merupakan strategi yang cocok untuk e-business bagi mahasiswa. Namun demikian memilki strategi yang lain akan lebih baik, dalam bpenerapan strategi bisnis kita tidak boleh hanya mengandalkan satu strategi saja, hal ini sangat penting karena survive sebuah bisnis dibutuhkan strategi yang jitu, inovasi dan tentu saja adalah kemauan dan semangat pantang menyerah. Pada perkembanganya bisa saja akan tumbuh strategi-strategi yang akan di tawarkan oleh pengembang. Tergantung pada diri kita, apakah akan menunggu strategi tersebut atau kita akan melangkan dan berinovasi untuk menciptakan strategi sendiri yang akan diikuti oleh competitor kita

0 komentar:

 

Sample Text

Total Tayangan Halaman